Recent Post

Powered by FeedBurner

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2019

Kita dan Turki: Yang Dekat Selama Berabad-abad

Persitiwa percobaan kudeta yang terjadi di Turki baru-baru ini menimbulkan banyak pemberitaan media massa di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Namun di Indonesia terasa berbeda, karena di media sosial peristiwa ini ramai diperdebatkan. Turki, memang bukan sekedar negara biasa, setidaknya di sebagian benak umat Islam di Indonesia. Boleh jadi, saat ini Turki juga merepresentasikan sebuah harapan. Namun tulisan ini bukan hendak mempersoalkan peristiwa politk yang terjadi di Turki saat ini, namun lebih bercermin, mengapa Turki mendapat tempat yang istimewa di hati masyarakat muslim di Indonesia? Hal ini dapat kita pahami jika kita mau menelusuri hubungan Turki dan Nusantara yang telah terjalin sejak lama. Bahkan hingga ratusan tahun yang lalu. Posisi nusantara yang menjadi jalur penghubung perdagangan antar benua menjadi titik temu berbagai bangsa-bangsa di dunia. Sejak masa Kesultanan Samudra Pasai, Malaka hingga Aceh, berbagai bangsa melebur. Bagi Muslim di nusantara, dunia yang kosmpolitan bukan panggung yang membuat canggung. Ulama-ulama nusantara sejak lama berguru dan bergaul dengan berbagai bangsa-bangsa di dunia. Termasuk dengan orang-orang dari Turki yang lazim disebut “Rum.” Salah satunya adalah Ibrahim Kurani, ulama asal Turki yang menjadi guru para ulama nusantara seperti Syaikh Yusuf al Maqassari. Selain melalui jaringan keilmuan, perdagangan menjadi pintu gerbang bertemunya kedua bangsa tersebut. merica, cengkeh, karpet Turki, keramik dan sutra cina adalah komoditas yang diperdagangkan antar dua bangsa itu. (Lihat A.C.S. Peacock, The Economic Relaitionship between Ottoman Empire and Southeast Asia in the Seventeenth Century) Pergaulan yang intens membuka aspek-aspek lain dalam hubungan orang-orang Turki dan nusantara. Beberapa jabatan penting di nusantara diduduki oleh orang Turki. Di Ternate misalnya, Sultan Babullah mempekerjakan orang-orang Turki di bidang artileri. Di Mataram, seorang Tumenggung di Tegal berasal dari Turki. Selain dikancah politik, di bidang dakwah, salah satu nama yang dapat kita temukan terkait dengan bangsa Turki adalah Baba Dawud al Jawiy al Rumiy. Ia adalah ulama berdarah keturunan Turki, yang menjadi murid ulama besar nusantara asal Aceh, yaitu Abdurrauf as-Sinkili. Baba Dawud al-jawi al-Rumiy membantu Abdurauf As Sinkili menulis tafsir Qur’an 30 juz pertama di nusantara, yaitu Turjumanul Mustafid yang ditulis pada abad ke 17, dan hingga kini tetap dipelajari. ‘Dekatnya’ kehadiran Turki dengan nusantara bukan saja dalam arti fisik. tetapi melampauinya. Bangsa Turki (Rum) menjadi lekat dalam benak orang-orang di nusantara. Berbagai karya sastra di Jawa mengaitkan kisah-kisah dalam sastra dengan orang-orang Rum. Serat Paramayoga karya salah satu pujangga besar Keraton Surakarta, Ranggawarsita, memuat hal ini. Dalam karyanya, tokoh Ajisaka diperintahkan oleh Sultan Algabah dari ’Ngerum‘ untuk membina pulau Jawa. Karya sastra lainnya, Serat Jangka Jayabaya “Musarar” memberikan citra positif Turki sebagai bangsa yang memberadabkan Jawa. (Lihat Susiyanto, Turki Usmani di Mata Jawa, www.jejakislam.net) Di dunia Melayu, karya sastra lisan (dan kemudian tulisan) dalam bentuk hikayat juga tak lepas dari ‘pengaruh’ Turki. Lewat kekhalifahan Usmani, Turki (Rum) sebagai penguasa muncul dalam Bustan as-Salatin karya ulama di Aceh, Nuruddin ar-Raniri. Begitu pula dalam beragam hikayat, Salah satunya Hikayat Bayan Budiman. Vladimir Braginsky dalam Imagining Kings of Rum and Their Heirs, menyebutkan bahwa dalam sastra lisan Tambo Minangkabau, Sultan Rum disebut sebagai penguasa yang menjaga Mekkah dan Madinah. Begitu pula dalam Hikayat Meukuta Alam dari Aceh, Sultan Turki disebut dengan hal yang senada. Hikayat lain dari Aceh yang juga bercerita tentang Sultan Rum, yaitu Hikayat Eseutamu (Istanbul). Terlepas dari cerita fiktif yang terkandung dalam serat, hikayat, dan Tambo tersebut, yang jelas Turki (terutama sosok khalifah Sultan Rum) telah menjadi ingatan kolektif dari masyarakat di nusantara yang telah ada selama ratusan tahun yang lalu dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kekhalifahan Turki Usmani di nusantara bukan saja hadir dalam karya sastra, tetapi juga mewujud dalam hubungan politik, terutama dengan Kesultanan Aceh. Jejak hubungan diplomasi Kesutlanan Aceh dapat ditelusuri dari surat Kesultanan Aceh di abad ke-16 pada Khalifah Turki Usmani, Sulaiman Agung dan dilanjutkan oleh Sultan Selim II. Kesultanan Aceh di bawah Sultan Alauddin Ri’ayat Syah al-Kahhar menyatakan diri di bawah perlindungan Kekhalifahan Turki Usmani. Supremasi Kekhalifahan Turki Usmani dalam bidang politik dan militer dimanfaatkan oleh Kesultanan Aceh untuk memperkuat pasukan mereka melawan Portugis. Delegasi resmi Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar, Huseyn Effendi sampai di istanbul dan diterima dengan baik oleh Kekhalifahan Turki Usmani. Sultan Selim II merespon delegasi Aceh tersebut dengan mengirimkan bantuan armada militer. Meski armada militer tersebut tak sampai ke Aceh karena pemberontakan di Yaman, namun ahli senjata dan meriam dari Turki dapat sampai ke Aceh. (Ismail Hakki Goksoy, Hubungan Turki Usmani-Aceh yang Terekam dalam Sumber-Sumber Turki dalam Memetakan Masa Lalu Aceh) Pengaruh Turki Usmani pada militer juga terasa di belahan lain nusantara, yaitu di Pulau Jawa. Perang Jawa (1825-183) yang digelorakan Pangeran Diponegoro menyisakan sebuah fakta menarik. Pasukan sang Pangeran mengadopsi struktur organisasi dan hirarki dari Janissari (pasukan elit Turki Usmani). Maka muncullah istilah-istilah militer Turki yang diadopsi dalam pelafalan bahasa Jawa. Ali Basah (Ali Pasha), Bulkiyo (Bulkiya), Turkiyo dan lainnya. (Saleh A. Djamhari, Strategi Menjinakkan Diponegoro; Stelsel Benteng 1827-1830) Peralihan dari abad ke 19 menuju abad ke 20 ditandai perubahan situasi dan persepsi terhadap Turki. Harapan Kesultanan Aceh agar mendapat bantuan dari Turki Usmani dalam perang melawan Belanda tak terpenuhi. Kekhalifahan Turki Usmani tak berdaya dililit persoalan internalnya. Namun hal ini tidak membuyarkan bayangan masyarakat di nusantara tentang supremasi Turki. Banyak kabar-kabar yang beredar pada akhir abad 19 dan awal abad ke 20 bahwa Kekhalifahan Turki Usmani akan membebaskan Hindia belanda (Indonesia) dari penjajahan Belanda. Namun harapan dan kabar-kabar ini sirna, seiring runtuhnya kekhalifahan Turki Usmani, dan munculnya tokoh nasionalisme dan sekularisme Turki, Mustafa Kemal Attaturk. (Anthony Reid, Pan-Islamisme Abad kesembilan Belas di Indonesia dan Malaysia dalam Kekacauan dan Kerusuhan: Tiga Tulisan tentang Pan Islamisme di Hindia-Belanda Timur pada Akhir Abad kesembilan Be;as dan Awal Abad ke 20). Di Indonesia, Kemal Attaturk dan Turki yang sekular memberi daya tarik bagi kalangan nasionalis seperti Bung Karno. Ia menulis dalam Me-”Muda“-Kan Pengertian Islam, bahwa, ”Bagi kita keadaan di Turki itu sebenarnja bukan keadaan asing. Bagi kita perpisahan antara agama dan negara itu sebenarnja, dengan ada perbedaan jang saja tidak bitjarakan disini, sedang kita alami. Bagi kita agama Islam adalah urusan kita sendiri, dan bukan urusan pemerintah“ (Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi Jilid 1) Di lain sisi Turki dibawah naungan sekularisme tak lagi memesona tokoh Islam. Seperti misalnya A. Hassan, ulama dari Persis. Ia mengkritik pemikiran Sukarno tentang sekularisme yang membebek pada Kemal Attaturk. Menyindir judul tulisan Sukarno, Ust A. Hassan memberi judul “Membudakkan Pengertian Islam.” Argumen Sukarno yang meneladani sekularisme Turki juga mendorong munculnya bantahan dari Mohammad Natsir, yang saat itu menjadi salah satu tokoh muda dari kelompok Islam. Polemik Islam – Sekularisme antara Natsir dan Sukarno ini kemudian menjadi polemik yang legendaris dan tetap relevan untuk dicermati hingga saat ini. Masa-masa berikutnya, Turki yang sekular tampakn/ya tidak lagi menarik masyarakat di Indonesia. Tuatannya dengan Islam-lah yang mengikat masyarakat kita dengan Turki. Lintasan lebih dari 400 tahun pergaulan dan pengaruh bangsa kita dengan Turki bukanlah waktu yang singkat. Hubungan dari berbagai aspek seperti perdagangan, politik, militer, hingga sastra meresap dalam ingatan kolektif masyarakat. Berbagai aspek tadi memberi makna pada kita bahwa Turki , betapa pun dipisahkan oleh jarak yang amat jauh, tetap terasa dekat di hati dan benak kita sejak berabad-abad yang lalu. https://jejakislam.net/kita-dan-turki-yang-dekat-selama-berabad-abad
Share:

Sabtu, 09 Februari 2019

Menelusuri Jejak Islam di Indonesia yang Berasal dari Azerbaijan

Nisan di Azerbaijan Tengah Foto: Muhammad Rusdil
Islam di Indonesia merupakan agama mayoritas yang dianut oleh penduduknya. Bahkan dunia internasional pun mengakui bahwa Indoensia sebagai negara muslim terbesar.
Namun, asal usul dan kapan Islam masuk ke Indonesia masih dalam perdebatan. Ada yang mengatakan, Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-6 dan abad ke-7 datang dari Timur-Tengah.
Ada pula yang berpendapat, Islam masuk ke bumi Nusantara sekitar abad ke-12 dan abad ke-13 datang dari Persia dan Timur-Tengah. Namun, ada sebuah hipotesis yang mengatakan, Islam datang ke Indonesia berasal dari wilayah Kaukasus atau Asia Tengah.
Pembaca kumparan lewat surat elektronik M Rusdil Fikri, mengirimkan sebuah laporan jurnalistiknya terkait asal muasal kedatangan Islam ke Indonesia dari wilayah Kaukasus tepatnya Azerbaijan.
Nisan di Azerbaijan Tengah Foto: Muhammad Rusdil
Bersama Dubes Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie didampingi oleh Dosen dan peneliti dari FIB UI yang juga pakar studi Persia Bastian Zulyeno berhasil menemukan nisan kuno di daerah Sundu dan Maraza, Azerbaijan.
Nisan yang ditemukan tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-11 dan abad ke-12 yang bertempat di dua lokasi di Provinsi Azerbaijan Tengah. Menurut Bastian yang juga datang ke Azerbaijan bermaksud melakukan pre-riset, bahwa ada kemiripan nisan yang ada di Azerbaijan dengan nisan yang ada di Barus (Sumatera Utara) dan Aceh.
Nisan di Azerbaijan Tengah (Foto: Muhammad Rusdil
"Ini ada kemiripan sekali nisan-nisan di Barus dan Aceh dengan nisan yang kami temukan di Azerbeijan," ungkap Bastian ketika berada dilokasi penemuan nisan di Azerbaijan Tengah, (6/6).
Hal ini dikuatkan dengan pendapat Bastian yang mengatakan jika dilihat dari material culture, nisan-nisan tersebut memiliki inskripsi dan simbol - simbol sufi seperti sepatu dan lentera, syair-syair Persia yang biasa ditulis pada nisan, yang umumnya terdapat pada pemakaman tokoh sufi atau raja-raja. Begitu juga jika dilihat dari lokasi pemakaman yang ada di atas bukit.
Nisan di Azerbaijan Tengah (Foto: Muhammad Rusdil
Menurut Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, Islam pada masa periode perkenalan dan penyebaran, datang dari wilayah Kaukasus, khususnya Azerbaijan yang saat itu masuk dalam wilayah Persia raya.
"Hal ini menguatkan tentang gelombang kedatangan Islam di Indonesia, selain dari jazirah Arab juga dari wilayah kaukasus, Azerbaijan yang dibawa oleh para kaum sufi Asia Tengah yang memang tempat berkembang pesatnya gerakan tarekat," kata Husnan.
Nisan di Azerbaijan Tengah (Foto: Muhammad Rusdil
Husnan dan Bastian pun berharap jika penemuan awal ini dapat membuka riset lebih lanjut yang berkenaan dengan sejarah awal mulanya Islam datang ke Indonesia yang sampai hari ini masih bias informasinya. Khususnya hubungan antara Nusantara-Kaukasus (Azerbaijan).
Share:

Jumat, 08 Februari 2019

Waspada Serangan Siber pada Pilpres 2019, Pakar: Tujuannya Kacaukan Data

Foto hanya ilustrasi
JAKARTA–Ancaman serangan siber diduga bisa merusak Pilpres yang akan digelar April 2019. Serangan siber bisa memanipulasi data perolehan suara.

“Melihat serangan yang sudah-sudah, (menyasar) angka, manipulasi data,” kata Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab, Dony Koesmandarin, saat bertemu media di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Isu serangan siber yang terjadi saat Pemilu, menurut Dony umumnya berkaitan dengan data tersebut. Adapun serangan fisik maupun teknis akan bermuara ke data.

“Karena kita semua menunggu data, misalnya quick count (hitung cepat),” kata dia.

Peretas pada umumnya mengincar segala sesuatu yang sedang menjadi pusat perhatian karena tujuan mereka sekarang bukan untuk mencari nama, melainkan mencari pembuktian seberapa besar kerusakan yang mereka akibatkan.

“Hacker sekarang tidak mau nge-top (terkenal) karena nanti ditangkap,” kata dia.

Motif mereka melakukan serangan pun banyak, ada yang bermuatan ekonomi karena mereka akan mendapat keuntungan setelah meretas, ada juga yang menjadikannya ajang pamer kemampuan.

Apapun motifnya, target mereka adalah mengubah data.

Serangan yang dapat terjadi beragam, misalnya serangan langsung dengan membuat server sibuk sehingga tidak bisa diakses. Ketika mereka bisa mengakses data, mereka akan mengubahnya sehingga data menjadi tidak valid.

Peretas juga mungkin menyerang agar server down agar data tidak bisa diakses.

Ketika ditanya siapa yang dapat menjadi target serangan siber di masa Pilpres, apakah termasuk KPU maupun lembaga quick count, dia berpendapat siapa saja yang memegang data terkait perolehan suara bisa menjadi target.

“Siapa pun bisa menjadi sasaran,” kata dia.

Serangan siber tersebut bisa berasal dari mana saja, baik dari dalam Indonesia maupun dari luar karena jika berbicara serangan melalui internet, tidak memandang ruang dan waktu, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

SUMBER: AKTUAL
Share:

Presiden Erdogan Ungkap Alasan Kenapa Menlu Saudi Dipecat

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto; Handout
TURKI–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir dipecat karena terlibat kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

     Dalam sebuah wawancara dengan TRT Arabi, Ahad (3/2/2019), Erdogan mengatakan Al-Jubeir berbohong tentang kasus Khashoggi dan kemudian diberhentikan oleh Raja Salman Bin Abdulaziz.

     Dia menambahkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman berbohong tentang kasus ini, menekankan bahwa “pelaku kejahatan mungkin telah menyingkirkan beberapa dari mereka yang terlibat dalam kejahatan melalui kecelakaan lalu lintas.”

     Menurut Erdogan, Khashoggi dibunuh “Oleh tim yang terdiri dari 22 orang, termasuk 15 orang yang memasuki Turki untuk melakukan kejahatan.” Erdogan menambahkan bahwa Turki memiliki rekaman-rekaman kejahatan tersebut.

     Dia meminta pihak berwenang di Arab Saudi untuk sepenuhnya mengungkapkan rincian kejahatan ini.

     Sebelumnya pada Ahad, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuduh negara-negara Barat menutup-nutupi pembunuhan terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi dengan imbalan perjanjian senjata dengan Arab Saudi.

      Khashoggi terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada  2 Oktober 2018. Turki mengatakan pasukan pembunuh 15 orang datang dari kerajaan untuk membunuhnya.

    Meskipun Saudi membantah tuduhan bahwa pasukan negara mengambil bagian dalam pembunuhan itu, mereka mengakui bahwa jurnalis itu terbunuh di tempat itu.

SUMBER: www.islampos.com
Share:

Hakikat Iman Kepada Allah


   Iman dari segi bahasa menurut banyak kalangan adalah membenarkan. Aku membenarkan dan aku beriman memiliki makna yang sama. Namun, pendapat ini tidak shahih. Yang benar, iman menurut bahasa adalah menetapkan sesuatu karena membenarkannya. Buktinya, kita sering berkata, “Aku beriman” atau “Aku menetapkan ini” atau “Aku membenarkan ini”, tapi kita tidak mengatakan, “Aku beriman kepada fulan”.

      Dengan demikian, iman mengandung makna yang lebih sempurna dari sekedar membenarkan. Iman adalah pengakuan dengan konsekuensi menerima berita dan tunduk pada hukum. Inilah iman, kalau sekedar kita beriman kepada Alla bahwa Allah itu ada, maka ini bukanlah iman. Akan tetapi iman haruslah berkonsekuensi dengan sikap menerima berita dan tunduk kepada hukum.

Beriman kepada Allah mencakup 4 perkara:
  1. Beriman kepada adanya Allah
  2. Beriman kepada rububiyah Allah, yaitu Dia-lah yang satu-satunya yang menyandang hak rububiyah (menciptakan, mengatur dan memberi rezeki kepada seluruh mahluk-Nya)
  3. Beriman kepada uluhiyah-Nya, yakni Dialah satu-satunya yang berhak diibadahi
  4. Beriman kepada asma dan sifat-Nya (nama dan sifat Allah)
     Barangsiapa yang tidak beriman kepada adanya Allah, maka dia bukanlah seorang mukmin. Siapa yang beriman kepada adanya Allah, tapi tidak beriman bahwa satu-satunya yang menyandang hak rububiyah adalah Allah, maka dia bukanlah seorang mukmin. Barangsiapa beriman bahwa satu-satunya pemilik rububiyah adalah Allah akan tetapi tidak beriman bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi adalah Allah, maka ia bukan seorang mukmin. Barangsiapa yang beriman bahwa satu-satunya pemilik uluhiyah dan rububiyah adalah Allah, akan tetapi tidak beriman kepada asma dan sifat Allah, maka ia bukanlah seorang mukmin, meskipun yang terakhir ini bisa menghilangkan iman secara total, dan bisa pula hanya menghilangkan kesempurnaan iman.

    Disarikan dari terjemahan Syarah ‘Aqidah Wasithiyyah Lisyaikhil Islam Ibni Taimiyyah karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, Penerbit Darul Haq cetakan ke-6 tahun 2012 hal. 85-86.

Artikel Muslimah.or.id

Share:

Sabtu, 17 Maret 2012

Rukun Islam dan Rukun Iman

Setiap Muslim dan Muslimah wajib mematuhi Rukun Islam dan Rukun Iman.


RUKUN ISLAM.
Ada 5 perkra yaitu:
1. Mengucapkan "Dua Kalimat Shahadat".
2. Mengerjakan Sholat Wajib Lima waktu sehari semalam.
3. Membayar Zakat.
4. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
5. Menunaikan Haji bagi yang mampu.

Rukun Iman.....


RUKUN IMAN.
Ada 6 perkara yaitu:
1. Beriman kepada Allah S.W.T.
2. Beriman kepada Malaikat - malaikat Allah.
3. Beriman kepada Kitab - Kitab Allah.
4. Beriman kepada Rasul - rasul Allah
5. Ber
iman kepada hari kiamat
6. Beriman kepada Qodo dan Qodar.

Share:

Hukum Islam / Syariat Islam

A. Hukum Islam / Syariat Islam.

Hukum Islam / Syariat Islam adalah peraturan - peraturan dan ketentuan - ketentuan yang berhubungan dengan kehidupan manusia berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Hukum Islam / Syariat Islam terbagi menjadi 5 bagian, yaitu:
A.1. Wajib / Fardhu.
adalah Amal perbuatan yang bila dikerjakan mendapat pahala dan apabila di tinggalkan mendapat dosa.
Wajib / Fardhu di bagi 2, yaitu:
A.1.a. Wajib / Fardhu Ain.
yaitu Amal perbuatan yang harus dikerjakan oleh setiap mukalaf (kewajiban perseorangan). contoh: shalat 5 waktu, puasa ramadhan, dll.
A.1.b. Wajib / Fardhu Kifayah.
yaitu Amal perbuatan yang cukup dilakukan oleh beberapa orang mukalaf saja, sedangkan yang lainnya bebas dari kewajiban itu. akan tetapi jika tak ada seorang pun melakukannya, maka semua orang di daerah temapat itu berdosa, misalnya memandikan, mengafani, menyembahyangkan dan menguburkan jenazah.


A.2. Sunat.
adalah amal perbuatan yangbila dikerjakan mendapatkan pahala dan bila di tinggalkan tidak berdosa.
Sunat dibagi 2, yaitu:
A.2.a. Sunat Muakkad.
yaitu sunat yang sangat dianjurkan mengerjakannya. (karena Rasullah selalu mengerjakannya dan jarang meninggalkannya), contohnya sholat Tarawih, Idulfitri, Idul Adha, Tahajud, Dhuha, dll.
A.2.b. Sunat Ghairu Muakkad.
yaitu sunat yang dianjurkan mengerjakannya, tetapi tidak sepenting sholat sunat muakkad. (karena rasulullah kadang - kadang mengerjakannya dan kadang tidak). contohnya sholat sunat 2 rakaat sebelum magrib, 4 rakaat sebelum ashar, dll.

A.3. Haram.
adalah amal perbuatan yang bila dikerjakan mendapat dosa dan bila di tinggalkan mendapat pahala. contohnya berzina, meminum minuman keras, mencuri, berdusta, durhaka kepada orang tua, dll.

A.4. Makruh.
yaitu amal perbuatan yang bila dikerjakan tidak berdosa dan bila ditinggalkan mendapat pahala / perbuatan yang sebaiknya ditinggalkan. misalnya merokok, memakan petai, jengkol, bawang mentah, dll.

A.5. Mubah.
yaitu amal perbuatan yang bila dikerjakan atau di tinggalkan tidak mendapat pahala dan tidak berdosa. contoh makan, minum, tidur.

B. Mukalaf
Mukalaf adalah orang islam yang telah dewasa yang wajib menjalankan Hukum Islam / Syariat Islam. Batasan dewasa adalah jika seseorang tersebut mencapai akil baligh, yakni telah Sempurna Akalnya (mampu membedakan baik / buruk), dan bagi anak laki 6 laki telah mampu keluar air mani, atau telah bermimpi bersetubuh, atau telah berusia 15 tahun. Sedangkan bagi anak perempuan telah mengalami menstruasi (haid), yaitu keluarnya darah kotor dari rahimnya, atau telah berusia 9 tahun lebih.

C. Syarat.
adalah ketentuan - ketentuan atau perbuatan - perbuatan yang harus dipenuhi sebelum melakukan pekerjaan, Tanpa memenuhi ketentuan tersebut, suatu pekerjaan dianggap tidak syah. Misalnya menutup aurat sebelum mengerjakan sholat.

D. Rukun.
adalah ketentuan atau perbuatan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu pekerjaan. Tanpa memenuhi ketentuan atau perbuatan tersebut, suatu pekerjaan dianggap tidak syah. misalnya membaca surat al-fatihah dalam sholat.

E. Sah.
yaitu syarat dan rukunnya telah terpenuhi secara benar. contohnya shalat seseorang dianggap sah jika shalat itu dikerjakan sesuai dengan syarat dan rukunnya yang telah ditentukan dan dikerjakan dengan benar.

F. Batal.
yaitu syarat dan rukunnya belum terpenuhi seluruhnya atau telah terpenuhi tetapi tidak dilakukan secara benar.
Share:

Mandi Besar / Mandi Junub


bagaimana sih cara mandi wajib yang benar menurut Islam? dari rukunnya, sunahnya dan ketentuannya?

Hukum Mandi.

Bagi orang yang akan melakukan shalat, tidak sah sholatnya jika masih mempunyai hadast besar.
Hadast besar adalah hadast yang disebabkan oleh Bersetubuh, Keluarmani, haid, nifas, dan melahirkan. Hadast besar dapat dihilangkan dengan mandi junub / janabat / mandi wajib / mandi hadast besar. Hukum mandi besar adalah wajib.

Sebab - sebab yang mewajibkan mandi Junub.......


Sebab - sebab yang mewajibkan mandi Junub adalah:
- Bersetubuh (walaupun tidak keluar air mani)
- Keluar air mani (baik karena bersetubuh maupun karena mimpi atau sebab lainnya)
- Mati yang bukan Syahid (Orang mati syahid tidak wajib dimandikan)
- Selesai haid (menstruasi)
- Selesai Nifas
- Wiladah (melahirkan).

Ciri - ciri Air Mani adalah:
- keluarnya dari Kubul dengan memancar (tersendat-sendat).
- Saat keluar terasa Nikmat.
- Baunya:
a. Jika masih basah seperti bau adonan roti atau bau mayang korma.
b. Jika sudah kering seperti bau putih telur.

Fardhu Mandi Besar / Junub ada 3 yaaitu:
1. Niat.
Niat ini dibaca dalam hati pada saat mulai membasuh bagian manapun dari tubuh.
Lafadz Niat Mandi Besar adalah:

NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya:
"Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala."
2. Membasuh seluruh tubuh dengan air sampai rata (serta rambut dan kulitnya harus terkena air).
3. Menghilangkan Najist jika ada yang menempel pada tubuh.

Sunat Mandi ada 5, yaitu:
1. Membaca Basmalah ("Bismillahir rahmaanir rahiim pada saat akan mulai mandi.
2. Berwudhu (sebelum mandi) seperti wudhu hendak sholat.
3. Membasuh (menggosok) badan dengan tangan sampai 3 kali.
4. Mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri.
5. Muwalat, yaitu sambung menyambung dalam membasuh anggota badan.

MANDI SUNAT
Selain mandi wajib, ada beberapa mandi yang disunatkan, yaitu:
- Mandi ketika hendak Sholat Jumat.
- Mandi ketika hendak Sholat Idul Fitri.
- Mandi ketika hendak Sholat Idul Adha.
- Mandi setelah sembuh dari penyakit gila.
- Mandi ketika hendak melaksanakan ihram haji atau umrah.
- Mandi setelah memandikan mayat.
- Mandi seorang kafir setelah masuk islam.

Larangan bagi orang yang mempunyai Hadast Besar:
A. Larangan bagi orang yang sedang Junub:
- Mendirikan Sholat, baik shalat wajib / sunat.
- Mengerjakan Thawaf (Thawaf rukun haji / sunat).
- Menyentuh / membawa Al-quran.
- Berhenti lama (berdiam di masjid) / Itikaf.
B. Larangan bagi orang yang sedang Haid / Nifas:
-Semua larangan point2 diatas.
- Di cerai (ditalak)
- Berpuasa (wajib / sunat)
- Bersetubuh
- Bersenang - senang antara pusar perut dan lutut.
- Menyeberangi mesjid jika khawatir mengotorinya dengan darah.
Share:

Sabtu, 25 Februari 2012

free download MP3 Seuramoe Reggae (SR) Full

Reggae Aceh di Kuta
Seuramoe Reggae (SR) berdiri tahun 2006 yang dimotori oleh  Teuku Zulfandri, yang akrab disapa Gondrong sekaligus bertindak sebagai vokalis. Keinginan membuat gebrakan baru terhadap musik di Aceh adalah harapan dari seluruh personil. Keinginan membentuk group ini adalah untuk memberikan nuansa baru khususnya di Aceh yang didominasi oleh musik-musik cadas. Dan ternyata mendapat apresiasi di kalangan masyarakat. Barangkali karena jenis musik ini yang dianggap terobosan karena liriknya dinyanyikan dalam bahasa Aceh.
Melalui musik, terbersit sebuah keinginan untuk memberikan nilai-nilai positif melalui lirik-lirik lagu, ini motto mereka. Sementara itu, tema lagu SR cendrung kepada kritik sosial, kemasyarakatan, lingkungan hidup dan juga religi. Keinginan personil tak lain adalah untuk mengangkat citra Aceh ketaraf yang lebih luas. Bukankah reaggae telah mendunia. Dimana masyarakat pinggiran di Afrika lebih memilih aliran musik ini untuk menyampaikan isi hati mereka. Layaknya jeritan-jeritan kaum tertindas di pedalaman Africa, mereka teriakkan lewat lewat syair-syair. Awal-awal berdirinya, SR sering bongkar-pasang personil dan baru solid pada awal 2007. 
Seuramoe yang tak lain artinya adalah serambi atau beranda telah merekam semua lagu-lagu mereka. Dari beberapa kali kesempatan manggung, masyarakat penonton selalu menyambut kehadiran mereka. Ini terbukti dengan seringnya pertanyaan yang ditujukan kepada anak-anak SR tentang dimana mereka bisa mendapatkan kaset SR. 
Awal Juli 2009, rekaman seluruh lagu-lagu SR sudah rampung. Akan tetapi belum tahu kapan akan dilemparkan kepasaran. Rencananya anak-anak SR ingin menggarap videoclip mereka agar sekali jalan, sebut Mahrisal selaku produser. 
Mentari perlahan lenyap saat SR menggoyang panggung Kuta Karnival 7th, 2009 yang berlangsung dari 19-27 September 2009. Kehadiran reggae Aceh ini disambut antusias oleh seluruh pengujung yang memadati Pantai Legian ini. Mentari hanya tersisa biasnya di ufuk barat saat session pertama tampil. Riuh penonton menambah semangay anak-anak SR membawakan lagu-lagu Aceh yang dibungkus musik reggae ini. 
Personil SR saat ini adalah Teuku Zulfandri  pada Vocal dan Rhytem Guitar, Mada Firmansyah pada Saxopone, Miswar pada Bass, Deddi Mulya pada Drum, dan  Zulfan Monika pada Lead Guitar.@

download disini : Full 1 Album
Pasword              : mursalin-anciv

Share:

Translate

tutorial Autocad